Mendengar dokter menyarankan kuret bisa membuat banyak wanita cemas. Wajar, apalagi jika prosedur ini berkaitan dengan keguguran, perdarahan tidak normal, atau masalah pada rahim.
Apa itu kuret? Kuret atau Dilation and Curettage (D&C) adalah prosedur medis untuk membuka leher rahim atau serviks, lalu mengangkat jaringan dari dalam rahim. Menurut Mayo Clinic, D&C dilakukan untuk membantu diagnosis dan penanganan kondisi rahim tertentu, termasuk perdarahan berat atau pembersihan lapisan rahim setelah keguguran atau aborsi.
Kuret termasuk tindakan medis rahim. Karena itu, prosedur ini harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan dokter kandungan, bukan karena panik, saran orang lain, atau informasi internet yang belum jelas.
Kapan Prosedur Kuret Diperlukan?

Tidak semua keluhan kandungan membutuhkan prosedur kuretase. Dokter biasanya menilai keluhan, hasil USG, kondisi perdarahan, dan riwayat kesehatan pasien sebelum memberi rekomendasi.
Diagnosis Kondisi Abnormal pada Rahim
Kuret dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan dari lapisan rahim. Sampel ini kemudian diperiksa di laboratorium untuk mencari penyebab perdarahan rahim yang tidak normal.
Dilansir dari Mayo Clinic, D&C dapat membantu mengevaluasi kondisi seperti penebalan lapisan rahim, polip rahim, hingga kecurigaan kanker rahim bila pemeriksaan awal belum memberi jawaban yang cukup.
Namun, kuret tidak selalu menjadi pemeriksaan pertama. Menurut StatPearls, untuk kasus perdarahan rahim abnormal, dokter kini sering mempertimbangkan biopsi endometrium atau USG terlebih dahulu sebelum melakukan D&C.
Penanganan Pasca Keguguran Terapeutik
Pada beberapa kasus keguguran, sisa jaringan kehamilan masih tertinggal di dalam rahim. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa memicu infeksi, perdarahan berat, atau nyeri berkepanjangan.
Dikutip dari StatPearls, sekitar 10–20% kehamilan yang sudah dikenali secara klinis dapat berakhir sebagai early pregnancy loss. Namun, tidak semua keguguran membutuhkan kuret. Cleveland Clinic menyebut hingga 50% orang yang mengalami keguguran tidak memerlukan D&C, terutama jika terjadi sebelum usia kehamilan 10 minggu dan jaringan keluar secara alami.
Jika kuret disarankan setelah keguguran, itu bukan berarti tubuh Anda gagal. Dalam sebagian kasus, rahim memang membutuhkan bantuan medis agar jaringan yang tersisa tidak memicu komplikasi.
Pada kondisi seperti keguguran tidak lengkap, perdarahan berat, infeksi, atau kehamilan yang membahayakan ibu, tindakan harus ditangani oleh tenaga medis berwenang. Saat mencari rujukan seperti klinik aborsi, pastikan fasilitas tersebut legal, menjaga sterilitas tindakan, ditangani dokter kompeten, dan mengikuti ketentuan medis serta hukum yang berlaku.
Pengangkatan Polip atau Miom Kecil
Kuret juga dapat dilakukan bersama histeroskopi, yaitu prosedur untuk melihat bagian dalam rahim menggunakan alat kecil berkamera.
Menurut Mayo Clinic, D&C yang dikombinasikan dengan histeroskopi dapat membantu dokter mengambil sampel jaringan, memeriksa area abnormal, serta mengangkat polip atau fibroid tertentu.
Persiapan, Risiko, dan Pemulihan Pasca Kuret
Sebelum tindakan, dokter biasanya memeriksa riwayat kesehatan, alergi obat, obat yang sedang dikonsumsi, kondisi perdarahan, dan kemungkinan kehamilan. Jika memakai anestesi, pasien mungkin diminta berpuasa dan datang bersama pendamping.
Dilansir dari Mayo Clinic, D&C bisa dilakukan di rumah sakit, klinik, atau fasilitas tenaga kesehatan, umumnya sebagai prosedur rawat jalan. Pasien tetap perlu menyediakan waktu beberapa jam untuk persiapan, tindakan, dan pemantauan setelah prosedur.
Kuret umumnya aman jika dilakukan oleh tenaga medis profesional. Namun, tetap ada risiko seperti infeksi, perdarahan, cedera serviks, perforasi rahim, atau Sindrom Asherman.
Menurut StatPearls, angka infeksi setelah D&C secara umum rendah, sekitar 1–2%. Data SASGOG/Exxcellence juga mencatat risiko perforasi rahim sekitar 0,3% pada pasien premenopause yang tidak hamil, sekitar 5% pada pasien hamil atau baru melahirkan, dan sekitar 2,6% pada pasien pascamenopause.
Angka tersebut bukan untuk menakut-nakuti, tetapi menunjukkan pentingnya pemeriksaan awal, dokter berpengalaman, dan fasilitas medis yang tepat.
Setelah prosedur, kram ringan dan flek selama beberapa hari masih tergolong wajar. Cleveland Clinic menyebut sebagian besar pasien dapat kembali ke aktivitas normal dalam lima hari atau kurang, tergantung kondisi masing-masing.
Gunakan pembalut biasa jika masih ada flek. Hindari tampon, menstrual cup, hubungan seksual, atau memasukkan apa pun ke vagina sampai dokter mengizinkan. Mayo Clinic juga menyarankan pasien segera menghubungi dokter jika perdarahan membuat pembalut harus diganti setiap jam, muncul demam, pusing menetap, kram lebih dari 48 jam, nyeri memburuk, atau keluar cairan berbau tidak sedap.
Apa yang Perlu Ditanyakan ke Dokter Sebelum Kuret?
Sebelum menyetujui tindakan, tanyakan beberapa hal penting kepada dokter:
- Mengapa saya perlu kuret?
- Apakah ada pilihan lain selain kuret?
- Apakah prosedur ini untuk diagnosis, terapi, atau keduanya?
- Jenis anestesi apa yang digunakan?
- Berapa lama saya perlu observasi?
- Apakah jaringan akan diperiksa di laboratorium?
- Apa tanda bahaya setelah pulang?
- Kapan saya harus kontrol ulang?
- Kapan boleh kembali beraktivitas atau berhubungan seksual?
Pertanyaan sederhana ini membantu pasien memahami alasan tindakan dan merasa lebih siap secara fisik maupun mental.
Kesimpulan
Kuret adalah prosedur medis untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim. Tindakan ini dapat digunakan untuk diagnosis perdarahan abnormal, penanganan sisa jaringan setelah keguguran, atau pengangkatan polip dan miom kecil tertentu.
Prosedur ini umumnya aman bila dilakukan oleh dokter kandungan berpengalaman, di fasilitas yang sesuai, dan berdasarkan indikasi medis yang jelas. Jika Anda membutuhkan konsultasi lebih lanjut, pilih klinik kuret atau fasilitas kesehatan yang memiliki dokter spesialis Sp.OG, menjaga privasi pasien, menerapkan standar medis, dan dapat menunjukkan legalitas layanan secara jelas.
Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Jika mengalami perdarahan berat, nyeri hebat, demam, pusing menetap, atau kondisi darurat lain, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Kuretase
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk prosedur kuret?
Menurut Cleveland Clinic, prosedur D&C biasanya berlangsung sekitar 5–10 menit. Namun, pasien tetap perlu berada di klinik atau rumah sakit lebih lama untuk persiapan anestesi dan observasi setelah tindakan.
Apakah kuret itu sakit?
Selama prosedur, pasien biasanya tidak merasakan sakit karena tindakan dilakukan dengan anestesi. Setelah efek bius berkurang, kram ringan seperti nyeri haid masih bisa terjadi.
Kapan menstruasi akan kembali normal setelah kuret?
Dilansir dari Mayo Clinic, menstruasi setelah D&C bisa datang lebih cepat atau lebih lambat karena rahim perlu membentuk lapisan baru. Jika haid tidak kembali, perdarahan berlanjut, atau muncul keluhan tidak biasa, konsultasikan kembali dengan dokter kandungan.
Referensi
Mayo Clinic Staff. “Dilation and Curettage (D&C).” Mayo Clinic, 7 Nov. 2023. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/dilation-and-curettage/about/pac-20384910
Cleveland Clinic. “Dilation and Curettage (D&C): Treatment, Risks & Recovery.” Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/dilation-and-curettage
Cooper, Danielle B., et al. “Dilation and Curettage.” StatPearls, National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK568791/
Alves, Catarina, Sara M. Jenkins, and Amy Rapp. “Early Pregnancy Loss (Spontaneous Abortion).” StatPearls, National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560521/
Toy, Eugene C. “Perforation During a D&C.” Exxcellence Foundation. https://www.exxcellence.org/list-of-pearls/perforation-during-a-dc/